Otomotif

Industri otomotif masih dipandang sebagai masa depan, pengaruh populasi kelas menengah

Laporan reporter Tribunnews.com Reynas Abdila-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Industri otomotif dalam negeri saat pandemi Covid-19 masih dipandang sebagai masa depan.

Pengembangan berkelanjutan dari kapasitas produksi tinggi, volume penjualan, dan infrastruktur. , Dampaknya pada populasi kelas menengah.

Putu Juli Ardika, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kementerian Perindustrian, mengatakan pertumbuhan industri otomotif dalam negeri ke depan masih akan sangat menarik.

Menurutnya Dikatakan karena menurut laporan Bank Dunia, jumlah kelas menengah meningkat rata-rata 12% setiap tahun. Putu mengatakan di Jakarta, Minggu (19 Juli 2020), Indonesia berpenduduk sekitar 115 juta jiwa dan saat ini menjadi bagian dari kelas menengah. -Baca: Gaikindo batal menggelar pameran otomotif GIAAS 2020 di Surabaya pada September lalu-katanya perkembangan kelas menengah menjadi pendorong utama produksi mobil Indonesia.

Selain itu, berlanjutnya pembangunan jalan tol dan jalan biasa dalam beberapa tahun terakhir, tingkat kepemilikan kendaraan roda empat India masih relatif rendah, yaitu 87 kendaraan per seribu penduduk.

Pada tahun 2019, kendaraan roda empat produksi Mencapai 1,28 juta mobil (atau 13,17 miliar dollar AS) atau turun 4,2% dari tahun sebelumnya.

Ekspor mobil berupa CBU (mobil lengkap) dan CKD (mobil rakitan dalam negeri) pada tahun 2019 lebih signifikan dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan tahunan, yaitu volume ekspor CBU mencapai 332.000 set, dan volume ekspor CKD mencapai 511.000 set.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *