Otomotif

Registrasi kendaraan dilarang, ini aturannya

TRIBUNNEWS.COM-Ketentuan terkait registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor yang dikenakan pajak selama dua tahun atau lebih akan segera diberlakukan.

Aturan yang diadopsi sejak tahun 2012 sudah memasuki tahap sosialisasi. Tanda Daftar Kendaraan (STNK) diblokir, dan pendaftaran otomatis serta identifikasi kendaraan yang lewat waktu dua tahun atau lebih tidak akan didaftarkan lagi.

Kendaraan bermotor masih menunggu instruksi Kohlantas. Baca: Jika Terjadi Kecelakaan, Jangan Biarkan Orang Lain Menyita SIM dan STNK Anda. Begini Penjelasannya-Harap Baca Juga: Larangan STNK selama 2 Tahun Segera Berlaku. Ini Peraturannya- “Pada tahap sosialisasi dengan masyarakat, namun pelaksanaannya masih menunggu Operasi dan bimbingan teknis, “kata Martinus kepada Kompas.com, Senin (26/10/2020).

Ia juga mengatakan, aturan blokade STNK sudah tertuang dalam Kaporli (Perkap) Nomor 5 Tahun 2020, yang menyangkut pendaftaran dan identifikasi kendaraan bermotor (Regran Ranmor).

“Dalam Pasal 1 ayat 17 dijelaskan bahwa penghapusan Bupati Ranmor merupakan bentuk sanksi administratif bagi pemilik ranmor.” Menurut data kepolisian Bupati Ranmor, setidaknya ada dua (dua tahun) dari berakhirnya masa berlaku STNK. ) Yang belum mendaftar ulang atau memperpanjang masa berlaku STNK, ”ujarnya. Pasal 110 juga menjelaskan dasar pemblokiran STNK. Dalam Pasal 110 ayat (1) disebutkan dapat didasarkan pada hal-hal sebagai berikut: Hapus Ranmor terdaftar dari daftar “Regident Ranmor”:

a. Permintaan pemilik Ranmor;

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *