MPR RI

Bamsoet: Pimpinan daerah harus memastikan kebutuhan dasar

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Bambang Soesatyo, Ketua Musyawarah Rakyat Indonesia, mengimbau Menteri Perekonomian dan seluruh pimpinan daerah untuk memperhatikan dan melindungi rantai distribusi kebutuhan pokok masyarakat. Efektivitas koordinasi harus terus ditingkatkan dan ditingkatkan.

“Seharusnya semua aparatur daerah tidak hanya fokus pada penerapan sosial atau pembatasan PSBB, tetapi juga memperhatikan dan peka terhadap kebutuhan masyarakat dasar. Untuk menghindari panic buying, jangan sampai kekurangan semua sembako, katanya:” Skala ekstrim. Bamsoet, dikutip dari siaran pers yang diterima Tribunnews, Kamis (30 April 2020). — Mantan Ketua MPR ini mengatakan, Yokowi sudah mendapat laporan defisit kebutuhan pokok di beberapa daerah atau provinsi, seperti tujuh Terdapat kekurangan stok beras di 11 provinsi, defisit jagung di 11 provinsi, dan defisit paprika yang parah di 23 provinsi., Kekurangan cabai di 19 provinsi, kekurangan telur di 22 provinsi dan kekurangan gula di 30 provinsi

<< Kekurangan sembako di daerah tertentu harus dihindari karena pasokan dalam negeri akan lebih dari mencukupi. Telur ada di pasaran. Begitu pula gula dan jagung juga tersedia. Bamsoet menjelaskan, stok beras pun tidak akan sampai Juni 2020. Ada kelebihan. Gula pada beras, jagung, dan telur kurang mencukupi. Masalahnya tentu saja tidak efisiennya informasi dan komunikasi antar instansi. Akibatnya, produk yang tersedia tidak didistribusikan ke daerah yang membutuhkan atau kekurangan. Akibat pembatasan sosial, dari daerah surplus sampai daerah defisit Menteri dan pimpinan daerah perlu menyikapi masalah ini agar tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat, ”tutup Bamsoet. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *