MPR RI

Bamsoet: Syarifuddin memiliki hak untuk memimpin Mahkamah Agung

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Presiden MPR Bambang Soesatyo berharap Muhammad Syarifuddin akan terpilih sebagai Presiden Mahkamah Agung antara tahun 2020 dan 2025 untuk menggantikan Hata Ali yang akan segera pensiun (Hatta Ali) untuk lebih meningkatkan kualitas sistem peradilan. Dengan cara ini, dapat membawa keamanan hukum dan pada saat yang sama menjamin keadilan publik.

“Penggalian pengajaran hukum yang terkenal menetapkan bahwa lebih baik membebaskan seribu orang yang bersalah daripada menghukum orang yang tidak bersalah. Hakim harus memahami bahwa keputusannya untuk bertindak sangat berpengaruh. Ujung tombak keadilan memikul tanggung jawab yang tidak mudah. ​​Ya. Tanggung jawab tugas dan kinerjanya tidak hanya di depan umat manusia, tetapi juga di depan Tuhan “kata Bamsoet di Jakarta, Senin (6/6/20) mengatakan, mantan ketua komite ketiga Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia yang bertanggung jawab atas hukum dan hak asasi manusia, Mohamed Sharifuddin (Muhammad Syarifuddin) memiliki hak untuk memimpin Mahkamah Agung. Syarifuddin memiliki kemampuan, kemampuan, dan profesionalisme untuk menjadikan Mahkamah Agung sebagai institusi yang dihormati oleh rakyat.

Rekam jejak Syarifuddin, menjabat sebagai Hakim Pengadilan Negeri Banda Aceh sejak 1981 hingga menjadi Direktur Biro Pengawas Mahkamah Agung pada 2011, dan baru-baru ini menjabat sebagai Wakil Presiden Mahkamah Agung. Di bidang peradilan sejak 2016, semuanya baik-baik saja. Integritas orang yang bersangkutan sebagai hakim telah diuji dan dibuktikan. “” Sekarang saatnya untuk mempertimbangkan apakah dia dapat menjaga integritas Ketua Mahkamah Agung. Karena posisi barunya penuh godaan. “Peran MA sama pentingnya dengan peran presiden (penegak hukum) dan perwakilan masyarakat (legislasi),” kata Bamsot. Orang-orang mengawasi pekerjaan anggota Kantor Presiden dan Komite Perwakilan Rakyat. Terutama di era digital saat ini, mudah bagi orang untuk memantau perilaku dan perilaku abnormal para hakim dan lembaga peradilan di berbagai daerah.

“Selama Anda menggesekkan jari Anda di media sosial, orang dapat menciptakan insiden viral yang akhirnya dapat menarik perhatian luas.” Oleh karena itu, hakim dan lembaga peradilan belum memainkan peran mereka. Sangat penting bagi para hakim dan lembaga untuk mempertahankan profesionalisme mereka sebagai “wakil Tuhan di bumi” dalam menjaga keadilan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *