MPR RI

Brigjen Prasetyo Utomo dipecat Kapolri Gus Jazil: Terima kasih banyak Idham Azis

TRIBUNNEWS.COM-Sesuai surat ST / 1980 / VII / KEP. / The Telegraph Police Commision (TR) tahun 2020. Pada tanggal 15 Juli 2020, Kapolri Idham Azis memberhentikan Kepala Kantor Koordinasi dan Pengawasan PPNS Polri dari jabatannya sebagai Brigjen Preseti Utomo , Dan dipindahkan ke markas Yanma Polri, seorang pejabat senior (Pati).

Prasetyo Utomo dituntut dengan cara demikian karena ternyata telah menyalahgunakan kekuasaannya saat memberikan izin untuk buronan Djoko Tjandra. Menurut laporan, Prasetyo Utomo diduga mengeluarkan izin sendiri tanpa koordinasi dan tanpa izin dari pimpinan polisi.

Idham Azis bertindak tegas dan berani saat membubarkan Prasetyo Utomo. Diapresiasi oleh Jazilul Fawaid, Wakil Ketua MPR.

“Terima kasih,” ujarnya di Jakarta, Kamis (16/7/2020). Politisi BJP itu mengatakan evakuasi dan penahanan Prasetyo Utomo merupakan langkah awal. Menurut Gus Jazil, pihaknya melakukan pemeriksaan untuk membuktikan alasan dikeluarkannya izin tersebut kepada Djoko Tjandra. Tegasnya, Kabupaten Gresik, seorang pria asal Pulau Bawean, Jawa Timur, mengatakan: “Apa motif sebenarnya? Dan siapa saja yang terlibat dalam kasus tersebut.”

Menurutnya, polisi harus menimbang beratnya pelanggaran terhadap hukuman hukum yang akan dijatuhkan.

Agar tidak menimbulkan tudingan palsu dari masyarakat, Koordinator Nasional Nusantara Mengaji mengusulkan agar Prasetyo Utomo ditinjau ulang. Bisa tampil baik di mata publik, dan bisa belajar dari tingkat polisi lain. Kasus yang dilakukan Prassetyo ini disebut Gus Jazil sebagai pemeriksaan jenazah Bhayangkara.

“Namun, saya yakin Pak Idham Aziz bertindak profesional dan menjunjung tinggi kedisiplinan para stafnya. Kami izinkan kami mendukungnya dan menyimpulkan bahwa:“ Orang Polandia yang fasilitator (profesional, modern, andal) ”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *