MPR RI

Wakil Ketua Konferensi Permusyawaratan Rakyat telah memperlambat pertumbuhan ekonomi: bukti kebijakan pemerintah yang tidak efektif

TRIBUNNEWS.COM-Badan Pusat Statistik (BPS) resmi merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II 2020-2020. BPS dalam pernyataan resminya menyebutkan bahwa pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia (year-on-year) berkontraksi -5,32%.

Syarief Hasan, Wakil Ketua Konferensi Permusyawaratan Rakyat Demokratik Indonesia, mempertanyakan langkah ekonomi yang diambil pemerintah. Pasalnya, kontraksi -5,32% tersebut merupakan kontraksi terbesar sejak 1999.

Baca: Tidak boleh mundur! Inilah yang dimaksud Sisca Soewitomo dengan “menggantungkan pot” – “Situasi ini menunjukkan ketidakefisienan pemerintah di berbagai tahapan ekonomi selama pandemi Covid-19,” kata Syarief. Penghematan telah membawa Indonesia ke dalam periode penurunan teknologi. Pasalnya, PDB Indonesia pada kuartal pertama tahun 2020 meningkat -2,41% dibandingkan kuartal sebelumnya.

“Jika kebijakan pemerintah tidak dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, situasi ini merupakan awal dari resesi yang nyata. Syarief Hasan menjelaskan.

Anggota senior Dewan Demokrat ini juga Ditegaskan bahwa keadaan ini sangat berbahaya bagi perekonomian Indonesia.Selain itu, pertumbuhan industri dengan penurunan PDB terbesar merupakan sektor yang banyak berkaitan dengan investasi, misalnya industri konstruksi (5,39%), industri konstruksi (5,39%), dan industri pengolahan ( -6,19%) dan Industri Pertambangan (-2,2%). Biar investor mempertimbangkan kembali menanamkan modalnya di Indonesia. “Baca: Coba Cermati Industri Jamu di Pasar Global-Dorong Intervensi Pemerintah Dalam Kebijakan Sehingga Situasi Ini Tidak Akan Menjadi Ketiga di 2020 Kuartal berlanjut. Baginya, untuk memperkuat ekonomi lagi, sebaiknya tidak mengambil kebijakan ekonomi. jangka pendek. Ia juga mendorong pemerintah untuk kembali menggalakkan MP3EI (Keseluruhan Rencana Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia), yang akan menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 6% selama pemerintahan SBY.

Selanjutnya, menurut pernyataan di Neraca Pembayaran dan Neraca Pembayaran, meskipun pertanian sedang menurun, pertanian adalah satu-satunya sektor yang masih tumbuh. Hal ini sejalan dengan MP3EI yang sangat mementingkan potensi pertanian di Koridor Sulawesi dan Koridor Maluku-Papua. Syarief mengatakan: “Dengan cara ini, perekonomian tidak akan runtuh. Oleh karena itu, paket stimulus UMKM harus dilaksanakan lebih besar dan lebih cepat.” Menurutnya, MP3EI dapat menjadi masalah bagi perekonomian Indonesia.

“Pembangunan wilayah / koridor sesuai dengan potensi masing-masing. Masing-masing daerah adalah kuncinya. MP3EI juga akan mendorong seluruh Indonesia, tidak hanya Pulau Jawa, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang merata. Selain itu, terlihat jelas bahwa kawasan timur Indonesia, khususnya Koridor Maluku-Papua yang merupakan satu-satunya kawasan yang tidak mengalami dampak buruk terhadap pertumbuhan ekonomi. Syarief Hasan mengatakan: “Ada rencana ekonomi yaitu MP3EI. Sayangnya, rencana MP3EI dibatalkan Presiden Jokowi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *